Koin Unila ikuti MASTER CAMP

14800453387391
Dok : KPK

JAKARTA (24/11/2016), Komisi pemberantasan korupsi atau KPK seakan tak pernah ada hentinya untuk memberantas tindak korupsi di indonesia mulai dari tindakan preventif atau pencegahan, pendampingan, serta penindakan atau represif. seperti program yang satu ini yang merupakan salah satu langkah menuju tindak pencegahan korupsi, yang dinamakan pelatihan penyuluh antikorupsi berstandar SKKNI (MASTER CAMP – kemah penyuluh Antikorupsi 2016) yakni pelatihan penyuluh anti korupsi yang dinaungi KPK melalui ACLC (Anti-Corruption Learning Centre), ACLC berperan sebagai pusat keunggulan anti korupsi (centre of excellence), pusat pembelajaran antikorupsi (learning centre), dan koordinator bagi kegiatan pembelajaran antikorupsi (pool of trainer).

Program ini bertujuan membentuk penyuluh penyuluh antikorupsi yang harapannya dapat menjadi salah satu motor pendidikan antikorupsi di indonesia. Peserta program ini adalah dari inspektorat pemerintah pusat dan daerah, agen perubahan/tunas integritas kementrian/lembaga/organisasi, compliance manager sektor bisnis, komunitas dan aktivis antikorupsi tingkat pusat dan daerah, serta pegawai aktif dan mantan pegawai KPK, yang kemudian peserta ini diseleksi oleh ACLC sesuai standar dan kriteria yang telah ditetapkan.

UKM Koin Unila sendiri mengirimkan satu delegasinya ialah Pascal prabowo, staff kaderisasi UKM Koin (ilmu pemerintahan UNILA 15) yang sekaligus mewakili Universitas Lampung. kegiatan ini berlangsung di dua tempat yakni Gedung KPK RI dan desa wisata kebon agung imogiri bantul yogyakarta, yang berlangsung pada 24 sampai 30 november.

Menurut Pascal prabowo sebagai salah satu peserta “kegiatan ini memiliki tujuan yang bagus yakni membentuk penyuluh penyuluh baru antikorupsi yang baru untuk membantu tugas KPK dalam melakukan penyuluhan antikorupsi kepada masyarakat, dan dalam kegiatannya pun sangat bermanfaat seperti penyampaian materi yang juga diselingi dengan game, serta kegiatan yang bersifat partisipasif seperti diskusi kelompok dan presentasi kelompok, namun terlepas dari itu semua ada sedikit kekurangan menurut saya yakni penyampaian materi yang seakan terlalalu ditekankan sedangkan partisipasi pesertanya agak kurang”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *